Apa Hasil Kongres Perempuan Pertama
Dokumen Resmi Proses Dan Hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia
Bab ini menjelaskan tentang proses sebelum dan selama pelaksanaan Muktamar Ulama Indonesia, khususnya di Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Cirebon, pada 25-27 April 2017. Sebelum KUPI diselenggarakan, ada beberapa kegiatan pra-Kongres, termasuk lomba menulis profil ulama perempuan, lokakarya pra-Kongres di tiga wilayah Indonesia (Yogyakarta pada Oktober 2016; Padang pada November 2016; dan Makassar pada Februari 2017), serta pra-Kongres halaqah membahas materi KUPI dan metodologi musyawarah keagamaan (2-6 April 2017 di Jakarta). Pada bagian ini akan dibahas Ulama perempuan dalam lintasan sejarah Islam dan sejarah Islam Indonesia, konsep Ulama perempuan dan perspektif keadilan esensial bagi perempuan. Dari bab ini dapat dipahami bahwa baik dalam sejarah Islam pada umumnya maupun dalam sejarah Islam di Indonesia, Ulama perempuan telah menunjukkan eksistensinya dan berperan penting dalam perkembangan peradaban Islam. Dijelaskan pula makna “perempuan eklesiastik” dalam perspektif KUPI, yaitu orang yang memiliki ilmu yang mendalam, baik perempuan maupun laki-laki, yang bertakwa (integritas), berakhlak mulia (akhlaaq kariimah), menjunjung tinggi keadilan. , dan membawa manfaat bagi alam semesta (rahmatan lil 'aalamiin), agar tercipta hubungan yang harmonis antara laki-laki dan perempuan, dan tanpa kekerasan dalam rangka mewujudkan cita-cita kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketiga, rangkaian kegiatan Muktamar Wanita Indonesia. Bab ini menceritakan beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka acara KUPI yaitu Doa dan Silaturahmi, Jangkar Pesantern Kebon Jambu, Kegiatan Pembukaan, Dialog Tematik dan Musyawarah Keagamaan, dan Kegiatan Sosial, Seni Budaya. Keempat, hasil Kongres Ulama Indonesia. Pada bagian ini dijelaskan hasil dari acara KUPI, seperti; pengesahan Sumpah Kebon Jambu Ulama Perempuan, adanya struktur hasil musyawarah keagamaan, dan penetapan pimpinan musyawarah keagamaan. Pada bagian akhir dokumen ini terdapat beberapa lampiran, seperti; Amanat Muktamar Wanita Indonesia, Panitia Lokal Muktamar Wanita Indonesia, Profil Penyelenggara Muktamar Wanita Indonesia, Jadwal Kegiatan Muktamar Wanita Indonesia, Daftar Peserta Muktamar Wanita Indonesia, dan daftar Pemantau Muktamar Wanita Indonesia.17 Agustus - Seri Sejarah Nasional: Kongres Perempuan Indonesia
Pada awal pergerakan nasional, muncul beberapa organisasi perempuan, yaitu:Putri Mardika di Jakarta pada tahun 1912
Kautaman Istri (di Tasikmalaya tahun 1913, di Sumedang dan Cianjur tahun 1916, di Ciamis tahun 1917, di Cicurug tahun 1918)
Pawiyatan Wanito di Magelang tahun 1915
Wanito Susilo di Pemalang tahun 1918
Wanito Hadi di Jepara tahun 1915
Sejak tahun 1920, organisasi perempuan memiliki orientasi yang semakin luas. Sementara itu, di Yogyakarta, perempuan terpelajar juga mendirikan organisasi sebagai berikut:
Wanita Utomo
Wanita Mulyo
wanita katolik
Putri Budi Sejati (berdiri di Surabaya)
Organisasi gerakan perempuan yang merupakan organisasi perempuan muda terpelajar adalah:
Siapakah Peserta Kongres Perempuan Indonesia?
Nah, yang menjadi pokok pembicaraan hari ini adalah siapa saja peserta kongres perempuan Indonesia. Kongres Wanita Indonesia IKongres wanita Indonesia pertama diadakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, tepatnya di gedung Dalem Joyodipuran milik Raden Tumenggung Joyodipero. Kongres ini berhasil merumuskan tujuan menyatukan cita-cita dan upaya kemajuan perempuan di Indonesia dan menjalin aliansi antar asosiasi perempuan Indonesia. Juga pada kongres pertama, mereka berhasil membentuk Persatuan Perempuan Indonesia (PPI).
Sejak 28 hingga 31 Desember 1929, PPI juga berubah nama menjadi Persatuan Istri Indonesia (PPII). Kongres Wanita Indonesia ke-2
Kongres kedua diadakan pada tanggal 20-24 Juli 1935 di Jakarta, di bawah kepemimpinan langsung Sri Mangoensarkoro. Dalam buku Sudiyo “Gerakan Nasional Meraih dan Mempertahankan Kemerdekaan” tahun 2002, beliau menulis beberapa hasil Kongres Perempuan Kedua:
1. Terbentuknya Badan Serikat Pekerja Kongres Perempuan Indonesia
2. Konsepsi tentang kewajiban seluruh perempuan Indonesia adalah menjadi ibu bangsa, yang berarti berusaha membentuk generasi baru yang sadar akan kebangsaannya.
Kongres kedua juga membahas masalah pekerjaan perempuan dan anak, perkawinan dan pemberantasan buta huruf
Kongres Perempuan Indonesia III
Kongres Perempuan Ketiga diadakan pada tanggal 23-27 Juli 1938 di Bandung.
# Video | Apa Hasil Kongres Perempuan Pertama

- Kongres Wanita Indonesia 1 Di Yogyakarta Mengilhami
- Kongres Perempuan Indonesia 1 Dipimpin Oleh
- Apakah Hasil Kongres Perempuan Indonesia 1
- Hasil Kongres Perempuan 2
- Kongres Perempuan 1 Diperingati Sebagai Hari
# Images | Apa Hasil Kongres Perempuan Pertama - Sebutkan 4 Organisasi Wanita Yang Berdiri Pada Zaman Pergerakan Nasional
Apakah Hasil Kongres Perempuan Indonesia 1 - Dokumen Resmi Proses dan Hasil Kongres Ulama Perempuan Indonesia
Siapakah Peserta Kongres Perempuan Indonesia? - Pembahasan Kongres Pemuda Di Gedung Oost Java Bioscoop