Mengapa Pertempuran Surabaya
Jejak Inggris Di Indonesia, Resolusi Jihad Dan Pertempuran Surabaya
Namun kedatangan sekutu di Indonesia itu disertai dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dengan tujuan membawa Indonesia kembali ke dalam pemerintahan sipil Hindia Belanda. Sebelumnya, suasana memanas sejak pemerintah Indonesia mengeluarkan pemberitahuan mulai 1 September lalu, dengan mengibarkan bendera merah putih di seluruh Indonesia. Namun, tanpa izin, bendera Indonesia di Hotel Yamato dicopot dan diganti dengan bendera Belanda pada 18 September sehingga membuat warga Surabaya meledak marah.Pertempuran Surabaya
Puncak dari pertempuran ini terjadi pada tanggal 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan di Indonesia. Setelah pertempuran ini, dukungan rakyat Indonesia dan dunia internasional untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia semakin kuat. Meski akhirnya dikalahkan dan kehilangan anggota tubuh dan senjata, pertempuran pasukan Republik membangkitkan semangat kemerdekaan rakyat Indonesia dan bahkan dapat menarik perhatian internasional.Sejarah Pertempuran Surabaya
Secara historis, pertempuran ini dipicu oleh kedatangan pasukan sekutu anggota Pasukan Sekutu Hindia Belanda (NICA) di Tanjung Perak, Surabaya pada 25 Oktober 1945, dua bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kedatangan pasukan Sekutu pada awalnya dimaksudkan untuk mengamankan tawanan perang, melucuti senjata Jepang, atau menjaga ketertiban di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Surabaya. Insiden di Hotel YamatoSetelah munculnya dekrit pemerintah Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1945 yang menyatakan bahwa mulai tanggal 1 September 1945, bendera nasional Sang Saka Merah Putih akan terus berkibar di seluruh Indonesia termasuk Surabaya. Namun, ada insiden yang memicu pertempuran dengan sekutu seperti insiden robeknya bendera di Hotel Yamato, Tunjungan Surabaya.
# Video | Mengapa Pertempuran Surabaya

- Akibat Pertempuran Surabaya
- Hasil Pertempuran Surabaya
- Kronologi Pertempuran Surabaya
- Pertempuran Surabaya Singkat
- Pemimpin Pertempuran Surabaya
Mengapa Pertempuran Surabaya Terjadi
Sejarah Dan Makna Peringatan Hari Pahlawan 10 November
Berdasarkan buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Roh Duniawi 10 November karya Abdul Waid, pertempuran dipicu oleh beberapa hal. Peristiwa itu dimulai setelah kekalahan Jepang, dan kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berusaha keras untuk mendesak tentara Jepang untuk mengembalikan semua senjata mereka ke Indonesia. Sejarah Hari Pahlawan:Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, situasi Indonesia tidak stabil, pada saat itu Indonesia masih dalam kekacauan, terutama antara rakyat dan pasukan asing. Karena pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan yang disebut juga dengan Pertempuran Surabaya. Setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa mulai 1 September 1945, bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh Indonesia. Pada pertengahan September, pasukan Inggris mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada tanggal 25 September 1945. Tugas mereka adalah melucuti pasukan Jepang dan mengirim mereka kembali ke negara mereka, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, serta daripada membubarkan Indonesia. kepada pemerintah Belanda sebagai koloni. Hal ini membuat marah masyarakat Surabaya, mereka mengira Belanda telah menghina kemerdekaan Indonesia dan menghina bendera merah putih. Pada tanggal 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir semakin buruk, ketika Ploegman mengeluarkan pistol dan terjadi perkelahian di ruang perundingan. Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh, penerus Mallaby, ia mengeluarkan ultimatum yang menyatakan bahwa semua pemimpin dan rakyat Indonesia bersenjata harus muncul dan meletakkan senjata mereka di tempat yang ditentukan. Tidak hanya itu, mereka juga meminta kepada Indonesia untuk menyerah dengan mengangkat tangan ke atas dengan ultimatum pada pukul 06:00, 10 November 1945.
Mengapa Pertempuran Surabaya
Tokoh-Tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Pahlawan Surabaya yang berpartisipasi dalam pertempuran tidak hanya berkontribusi untuk kampung halamannya, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan. Sutomo (1920-1981)Menurut perpusnas.go.id, Sutomo atau Bung Tomo lahir pada 3 Oktober 1920 di Surabaya dan meninggal pada 7 Oktober 1981 di Makkah. Mayor Jenderal Sungkono (1911-1977)
Berawal dari archivepurbalingga.com, Sungkono lahir pada 1 Januari 1911 di Purbalingga, Jawa Timur dan meninggal pada 12 September 1977 di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, Sungkono bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan menjadi kepala perlucutan senjata sisa pasukan Jepang di Indonesia pada September 1945. Brigade 9 Divisi 25 Angkatan Darat di bawah komando Brigadir AWS Mallaby mendarat di Surabaya pada 24 Oktober. , 1945. Sikap Inggris yang melanggar kedaulatan Indonesia memicu bentrokan antara pemuda Surabaya dengan pasukan Inggris pada tanggal 28 dan 29 Oktober 1945. Namun pertempuran terus berlanjut dan Jenderal Mallaby tewas di depan pembangunan Internatio, meskipun Perjanjian Inggris dengan Indonesia. Mohammad Mangoendiprodjo (1905-1988)
Mulai jogjaprov.go.id, Mayjen HR Muhammad Mangundiprojo adalah pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah kemerdekaan tahun 1945. Aubertin Walter Sothern Mallaby (1899-1945)
Dikutip dari Military.wikia.org, Brigadir Aubertin Walter Sothern Mallaby lahir pada 12 Desember 1899 di Britania Raya (Inggris), dan meninggal pada 30 Oktober 1945 di Surabaya (Indonesia). Namun, situasi meningkat pada 27 Oktober setelah Mallaby menafsirkan sebuah pamflet yang menuntut penyerahan senjata Indonesia, yang ditandatangani oleh Jenderal Douglas Hawthorn, sebagai sebuah perintah. Saat ini Mallaby sedang berkeliling Surabaya di bawah bendera putih untuk mengumumkan perjanjian gencatan senjata dan menyelamatkan beberapa pasukan Maratha yang ditembak mati pada tanggal 30 Oktober 1945. Ketika mobilnya mendekati pos pasukan Inggris di Gedung Internasional dekat Jembatan Merah, mobilnya dikepung oleh milisi Republik Indonesia. Milisi Indonesia, yang percaya bahwa Inggris mengambil tindakan permusuhan, kemudian membalas tembakan ke pasukan Inggris. Meskipun ada versi yang berbeda dari timeline kematian Mallaby, kematiannya tetap menjadi titik balik penting bagi permusuhan Anglo-Indonesia yang terjadi di Surabaya. Setelah kematian Mallaby, Inggris memerintahkan Indonesia untuk menyerah. Jenderal Eric Carden Robert Mansergh (1900-1970)
Menurut Military.wikia.org, Robert Mansergh adalah seorang jenderal di Angkatan Darat Inggris selama dan setelah Perang Dunia II. Sebelum Pertempuran Surabaya, Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum pada tanggal 10 November 1945 yang menyerukan kepada Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka dan menghentikan perlawanan terhadap pasukan Inggris dan tunduk kepada Inggris.
Mengapa Pertempuran Surabaya Bisa Terjadi
Inilah Penyebab Terjadinya Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Inilah Penyebab Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945Rangkuman - Online.com - Hari Pahlawan yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 10 November 1945, 10 November 1945 sendiri memiliki arti penting dalam penyebab terjadinya Pertempuran Surabaya. Memang, 10 November 1945 adalah hari bersejarah bagi Indonesia, ketika terjadi pertempuran antara Indonesia dan Belanda setelah kemerdekaan Indonesia. Ada berbagai penyebab terjadinya pertempuran 10 November di Surabaya, seperti dikutip Kompas.com. Baca juga: Gara-gara Peristiwa inilah yang Berlatar Belakang Perang 10 November 1945 di Surabaya
Baca Juga: Disebut-sebut Nama Brigjen Mallaby, Ini Penyebab Sebenarnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Insiden hotel Yamato
Sebulan setelah memproklamasikan kemerdekaannya, Indonesia kembali diguncang berbagai peristiwa. Baca Juga: Disebut-sebut Nama Brigjen Mallaby, Ini Penyebab Sebenarnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Baca Juga: Inilah Penyebab Sebenarnya Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Inggris juga didampingi perwakilan dari Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Sekelompok orang Belanda kemudian mengibarkan bendera merah putih biru tanpa persetujuan pemerintah Indonesia di Surabaya, tepatnya di tiang atas hotel Yamato, pada malam hari. Peninggian ini membawa para pemuda berkonflik dengan Belanda yang diwakili oleh Residen Sudirman yang didampingi oleh Sidik dan Hariyono yang kemudian bertemu dengan perwakilan Inggris, Wvech Ploegman dan Belanda di sana, untuk berunding dan menurunkan bendera yang menyebabkan kemarahan penduduk. Surabaya. Baca Juga: 'Kisah Tak Terungkap' Pertempuran 10 November di Surabaya, Termasuk Saat Sekutu Bersorak Saat Masuk Surabaya
Baca juga: Sampai-sampai ingin dilupakan oleh pasukan sekutu Inggris, mengapa pertempuran 10 November di Surabaya begitu berkesan sehingga menjadi hari pahlawan? Kematian Jenderal Mallaby
Selain pengibaran bendera Belanda, pemicu pertempuran 10 November berikutnya adalah kematian Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby, yang dipicu ketika masyarakat Surabaya menginginkan gedung internasional itu bebas dari tentara Inggris. Pertempuran 10 November di Surabaya
Pertempuran 10 November meninggalkan bekas bagi para pejuang dan korban sama seperti Sekutu yang awalnya melihat Indonesia sebagai het zachtste volk ter wereld atau negara paling halus di dunia, sekarang menjadi lebih liar, lebih ganas dan lebih ganas. Baca Juga: Karena Itu, Presiden Soekarno Tetapkan Mengapa Setiap 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan
Baca juga: Penyebab Pertempuran 10 September 1945, Termasuk Hal-hal yang Tidak Diceritakan Pertempuran Ini
Pertempuran berlangsung beberapa hari dan berakhir pada 28 November 1945, dilaporkan oleh kantor berita Reuters bahwa ribuan orang Indonesia menjadi korban serangan militer Sekutu.
# Images | Mengapa Pertempuran Surabaya - Dimana Terjadinya Pertempuran Surabaya
Kronologi Pertempuran Surabaya - Pemimpin Pertempuran Surabaya
Dimana Terjadinya Pertempuran Surabaya - Akibat Pertempuran Surabaya