Mengapa Memilih Model Addie
Model Addie
Pada tingkat desain dan pengembangan materi pembelajaran, sistematika sebagai aspek prosedural dari pendekatan sistem telah memanifestasikan dirinya dalam banyak praktik metodologis untuk desain dan pengembangan teks, materi audiovisual, dan materi pembelajaran berbasis komputer. [1] Dalam perkembangannya terdapat model yang dapat mengatasi segala sesuatu dengan model yang sistematis, model tersebut dikenal dengan model ADDIE. Model ADDIE merupakan singkatan dari lima tahapan proses pengembangan, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (Evaluation). Hasil penerapan teknologi informasi pembelajaran online dengan menggunakan model ADDIE antara lain dapat memperkaya pedagogi guru dalam pembelajaran dan dapat mengatasi hambatan interaksi dalam kegiatan belajar mengajar. Pendistribusian bahan ajar dapat dilakukan dengan lebih efisien, dan proses belajar mengajar juga tidak dibatasi oleh masalah waktu dan tempat selama ada konektivitas jaringan internet yang baik, dapat berinteraksi menggunakan fasilitas chatting, dapat memanfaatkan fasilitas audio conferencing saat berinteraksi dalam proses pembelajaran. [2]ADDIE Sejarah singkat[pengubah | edit sumber]
Pada awal perkembangannya, ADDIE merupakan ide yang berasal dari Florida State University untuk mengatur proses perumusan sistem pengajaran menjadi program pelatihan militer yang memadai. [3]
Fase dalam ADDIE[pengubah | edit sumber]
Sebelum Anda mulai mengembangkan strategi konten pembelajaran, Anda perlu menganalisis situasi saat ini dalam hal pembelajaran, kesenjangan pengetahuan, dll. Langkah pertama yaitu analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan memperjelas apakah permasalahan kinerja yang dihadapi memerlukan solusi berupa pelaksanaan program pembelajaran atau perbaikan manajemen. [4]
Tahap desain berkaitan dengan tujuan pembelajaran, instrumen penilaian, latihan, isi, analisis topik, perencanaan pembelajaran dan pemilihan media. Tahap desain harus sistematis dan spesifik Berikut adalah langkah-langkah yang digunakan untuk tahap desain:
Dokumentasi strategi desain instruksional, visual dan teknis proyek Menerapkan strategi instruksional berdasarkan hasil perilaku yang diinginkan berdasarkan domain (kognitif, afektif, psikomotor). Buat storyboard Rancang antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna Prototipe *terapkan desain grafis
Pada tahap pengembangan akan dilakukan perincian dan integrasi teknologi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dari program itu sendiri yang meliputi materi, media dan rencana perencanaan. [5] Dan kegiatan yang ada pada fase ini meliputi kegiatan pembuatan, pembelian dan modifikasi bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. [4] Pada tahap pengembangan, ada dua tujuan utama yang harus dicapai, yaitu pertama, memproduksi, membeli atau merevisi bahan ajar yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya; Kedua, memilih media terbaik yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. [4]
Pada tahap implementasi, program yang telah disusun akan dijalankan untuk melihat sistem dan instruktur siap digunakan, data yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan proses perbaikan selanjutnya, data yang dimaksud adalah data kuantitatif dan data kualitatif . Tujuan utama dari tahap implementasi ini adalah untuk membimbing siswa agar mencapai tujuan pembelajaran, terjadinya pemecahan masalah atau solusi untuk menutup kesenjangan hasil belajar siswa, dan terakhir untuk memastikan bahwa pada akhir pembelajaran. dengan program tersebut, siswa akan memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan dan juga sikap yang baik. Tujuan evaluasi program pembelajaran adalah untuk mengetahui beberapa hal, antara lain sikap siswa ada kegiatan pembelajaran yang komprehensif, peningkatan kompetensi pribadi siswa setelah memperoleh rangkaian kegiatan pembelajaran dan manfaat yang diperoleh sekolah setelah mengikuti pembelajaran. terlaksananya program pembelajaran.
Mengoptimalkan Pelatihan Melalui Desain Pembelajaran Model Addie
RancanganPada tahap desain ini, seorang desainer pelatihan harus melakukan desain awal program pelatihan/pembelajaran, merancang materi pelatihan dan secara konseptual merancang evaluasi pelatihan yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar untuk tahap pengembangan. Selanjutnya diharapkan pelatihan yang optimal melalui desain pembelajaran model ADDIE dapat menghasilkan sumber daya manusia yang terdidik, cakap dan kompeten. Diakses melalui https://grafispaten.wordpress.com/2016/01/02/model-pengembangan-media-pembelajaran-addie/, 12 Februari 2021
Permatasari, Indah Ayu (2015, 05 Oktober). Diakses melalui http://ccg.co.id/blog/2015/10/05/gunakan-method-addie-dalam-process-training-dan-pengembangan-2/, 12 Februari 2021
Sari, Bintari Kartika (2017) Perancangan dan implementasi pembelajaran model ADDIE dengan teknik puzzle.
Tahap Desain Pada Model Addie
Untuk membuat desain pembelajaran, beberapa model dapat dipilih oleh seorang desainer (guru), salah satunya adalah model ADDIE. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan desain model pembelajaran ADDIE khususnya tahapan pengembangan model ini, penulisan jurnal ini dilakukan melalui studi literatur dari berbagai sumber lokal dan internasional. ADDIE merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate, akronim ini sekaligus merupakan langkah penerapan model ADDIE dalam desain pembelajaran.# Video | Mengapa Memilih Model Addie

- Jurnal Model Addie
- Tahapan Model Addie
- Model Pengembangan Addie Pdf
- Kelebihan Dan Kekurangan Model Addie
- Kelebihan Model Addie
# Images | Mengapa Memilih Model Addie - Model Pengembangan Addie Pdf
Kelebihan Dan Kekurangan Model Addie - MENGOPTIMALKAN PELATIHAN MELALUI DESAIN PEMBELAJARAN MODEL ADDIE
Kelebihan Dan Kekurangan Model Addie - Addie Model Adalah